Bisakah hari ini kita berdebat keras dengan seseorang, lalu besok kita duduk sebelah menyebelah dengannya sambil tertawa lepas? Bisakah kita begitu tidak sependapat dengan seseorang tentang satu hal, lantas bicara begitu kerasnya hingga mau pecah gendang telinga, tapi saat berikutnya kita bisa berdiri saling membela dengannya atas nama kebajikan yang kita sepakati bersama?
Tapi.. Hari ini saya mengerti.
Perbedaan akan selalu menemukan jalannya untuk menjadi baik-baik saja. Pada akhirnya selalu begitu, bukan? Ketika segala daya ikhtiar basyari yang telah kita kerahkan tidak menghalangi kita dari pemahaman bahwa semua itu selalu bergantung pada irodahNya. Lalu kita insyaf bahwa lakum diinukum waliyadiin. Sebab "tidak ada paksaan dalam beragama" merupakan cara Allah meneguhkan hati para hamba, sekaligus melembutkannya untuk menerima bahwa memang tidak semua orang yang kita cintai pun mencintai agamaNya. Sekeras apapun usaha kita untuk menyampaikan, segala keputusan ada di tangan masing-masing orang.
Lalu pada akhirnya saya sadar, kita memang berbeda sejak awal. Dan akan terus berbeda dalam semua. Kecuali, dalam cinta..
Perbedaan akan selalu menemukan jalannya untuk menjadi baik-baik saja. Pada akhirnya selalu begitu, bukan? Ketika segala daya ikhtiar basyari yang telah kita kerahkan tidak menghalangi kita dari pemahaman bahwa semua itu selalu bergantung pada irodahNya. Lalu kita insyaf bahwa lakum diinukum waliyadiin. Sebab "tidak ada paksaan dalam beragama" merupakan cara Allah meneguhkan hati para hamba, sekaligus melembutkannya untuk menerima bahwa memang tidak semua orang yang kita cintai pun mencintai agamaNya. Sekeras apapun usaha kita untuk menyampaikan, segala keputusan ada di tangan masing-masing orang.
Lalu pada akhirnya saya sadar, kita memang berbeda sejak awal. Dan akan terus berbeda dalam semua. Kecuali, dalam cinta..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar