ekelompok orang
yang rasis, setidaknya itulah hasil investigasi sang penulis novel.
Novel ini setipe dengan novelnya Dan Brown (The Davinci Code yang
fenomenal itu).
Saya belajar banyak setelah baca novel ini (sembari berkejaran dengan waktu menyelesaikan setumpuk laporan praktikum yang bujubuneee banyak amiiirr). Itu membuat saya semakin menyadari betapa negara ini sangat membutuhkan kita selaku muslim2 terdidik yang berpikiran terbuka untuk bekerja keras mengelola segala sumber daya alamnya. Betapa ummat ini sudah dikerjai habis2an oleh segelintir orang2 rasis. Betapa besaaaaarnya tugas menanti di luar sana. Mendadak segala persoalan di kampus (vmj, kader futur, capek ngurusin amanah, dan lain-lain) menjadi kelihatan kecil sekecil kutu. Benar memang kata Sayyid Quttub: "Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tapi orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar."
Nah, demikian celoteh singkat dari saya hari ini (singkat? Iya, hehe). Kurang dan lebihnya mohon maaf sangat lah ya. By the way, akhir2 ini kangen sekali dengan Malang :)
Salam hangat, Nia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar