Minggu, 14 April 2013

"Selamat Tinggal dan Sampai Bertemu Lagi" Itu Punya Kegunaan Yang Berbeda


Waktu engkau pergi, aku tidak sempat mengucapkan selamat tinggal. Pernah terlintas dibenakku betapa pedihnya keadaan itu. Penyesalan mungkin kata yang tepat. Sebab setelah semua jasa dan pengorbanan yang sudah engkau torehkan dalam perjalanan hidup kita, mengapakah aku tidak sempat berucap selamat tinggal? Belakangan aku mengerti, selamat tinggal adalah kata yang diucapkan oleh mereka yang tidak percaya ada hidup setelah hidup. Tapi aku percaya. Aku percaya ada hidup setelah hidup. Maka aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal padamu. Aku ucapkan, sampai bertemu lagi. Dikehidupan yang lebih baik. Bukankah kita telah hidup cukup lama dengan darah dan airmata? Mungkin untuk itu kita cukup pantas mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Tentu saja untuk itu aku harus mempersiapkan diri. Berbekal dengan sebaik-baik perbekalan. Mengisi ransel-ransel perjalanan panjang ini dengan bekal yang cukup. Yang menyenangkan adalah membayangkan bagaimana pertemuan kita nanti. Semoga kita tidak tercerai berai. Semoga kita tidak saling melemahkan. Semoga kita bisa saling bersaksi tentang kebaikan masing-masing. Semoga kita saling meringankan.

Aku mencintaimu. Dengan segenap lebih dan kurangnya. Yang aku sesalkan, aku selalu lupa mengatakan itu langsung padamu, dulu.

*habis nonton Life of Pi.
Saya setuju Pi engga sempat bilang selamat tinggal ke Richard Parker si harimau Bengali. Karena selamat tinggal dengan sampai bertemu lagi itu punya kegunaan yang berbeda :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar