Sabtu, 30 Maret 2013

Billy Gilman


Menyenangkan juga tahu bahwa seseorang yang pernah kita suka 12 tahun lalu sekarang masih ada, masih bernyanyi, dan masih cukup menginspirasi. Rentang waktu begitu lama memang mengubah beberapa hal, tapi sebagian lainnya engga. Well, setidaknya itulah yang saya rasakan. Malam kemarin saya mendadak melow dan ingat seseorang. Namanya Billy Gilman (mudah-mudahan saya engga dituduh keganjenan sama the boys penghuni masjid :D). Ahay, itu lho penyanyi anak-anak asal Amerika yang dulu menyanyikan lagu One Voice.

Waktu saya masih bocah ABG, saya jatuh hati setengah mati sama dia. Alasannya sederhana: karena suaranya bagus dan dia punya dua gigi seri yang panjang seperti gigi kelinci (?) Dulu gigi kelinci macam begitu sedang ngetren di kalangan teman-teman sekolah saya. Pokoknya semua artis yang gigi depannya panjang pasti kita sukai. Entah ya, kelihatan imut saja kalau seseorang punya gigi seperti itu. Saya sampai pernah keukeuh berpendapat kalau saya juga punya gigi seri yang panjang (yang artinya saya ga kalah imut dengan artis-artis itu). Walaupun kenyataannya gigi saya yang paling panjang adalah gigi taring.

Saya ingat, waktu itu antara SD atau SMP, saya dan beberapa teman punya kebiasaan. Sore hari antara jam 3 sampai 5 adalah waktunya kami jadi anak nongkrong MTv (astaga, anak nongkrong MTv? Mengucapkan kalimat itu di tahun 2013 tuh rasanya sesuatu banget yah. Saya engga menyangka sudah menua sejauh ini..).

Jadi kami bertiga, saya dan dua orang teman, punya kegilaan yang sama. Setiap kali kami menonton video clip penyanyi yang kami sukai di TV, maka kami akan saling menelepon satu sama lain. Pakai telepon rumah (ya benar, telepon rumah). Telepon hanya untuk ngasih tahu kalau video clip Westlife lagi diputar di MTv, kalau One Voice-nya Billy Gilman lagi tayang di TV, kalau Mark Feehily cakep sekali, kalau bla bla bla. Jadi 3 orang ABG puber itu akan saling bergosip dengan riangnya. Ketawa cekikikan lewat telepon rumah. Nanti kalau sudah awal bulan, tinggal tunggu deg-degannya saja dengar kabar berapa total tagihan telepon bulan ini. Ah, masa itu definisi bahagia simpel saja: kalau video clip artis favoritmu tayang di MTv, itu sudah cukup membuatmu bahagia hari ini.

Well, saya lupa alasan persisnya kenapa kemarin saya mulai searching di Youtube tentang Billy Gilman, dan menghabiskan setengah jam menonton video-videonya. Dan saya baru ngeh kalau ternyata Billy Gilman dan saya itu seumuran! Yiipiii! (?) Malah dia setengah tahun lebih tua dari saya. Hal itu menjawab semua kekhawatiran saya selama 12 tahun terakhir ini. 12 tahun lalu dengan penuh kegalauan saya pikir Billy Gilman itu lebih muda. Secara ya muka dia di video One Voice itu unyu sekali kalau kata anak jaman sekarang. Jadi saya sempat engga pede jatuh hati sama dia. Masa tega ceng-cengan sama adik sendiri (?). Dan hal itupun menjadi kisah sedih di setiap hari bagi saya waktu ABG dulu, hiks. Tapi sekarang hidup saya akan kembali cerah! Saya akan bisa menjalani hari dengan penuh optimisme! Karena saya tahu kalau Billy Gilman itu ternyata seumuran! Sama saya, teman saya, dan seluruh umat manusia! (?) Oke, itu lebai. Dan ga penting. Back to topic.

Mendadak seperti ada film lama yang di putar di kepala. Kilasan-kilasan peristiwa kayak slide berlompatan sekenanya. Saya ingat rumah lama saya. Tempat saya tumbuh dan besar dilebih dari setengah usia. Saya ingat adik saya waktu kecil, saya ingat wajah papa waktu masih lebih muda, saya ingat mama beserta aroma bolu coklat yang biasa dibakarnya jelang lebaran (karena waktu itu kami tidak punya cukup uang untuk membeli kue-kue di luaran). Saya bahkan ingat 11 ekor kucing yang pernah saya punya. Salah satunya bernama Sinchan. Dan dia sudah mati karena tua.

Saya didera rindu. Pada sekelompok masa lalu..

Senang juga melihat Billy Gilman tumbuh dewasa. Dia adalah satu-satunya penyanyi country termuda yang menjual album paling laris di Amerika Serikat. Dia artis. Tapi dia juga berteman, pergi sekolah, dan kuliah. Sekarang dia bahkan berewokan! Ga unyu lagi. Saya batal suka :(

Jadi, hidup ini mungkin gitu juga ya. Harusnya memang mendewasa. Semoga Billy Gilman dapat hidayah :) aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar