Sembari pegel berdiri setengah jam lebih
nungguin Damri buat balik ke Jatinangor tadi, Line di hape saya berbunyi
klang klung klang klung. Sebuah kabar gembira datang: seorang adik
kajian saya alhamdulillah udah dapat kerjaan.
Dia ini ceria
anaknya. Senang cerita dan ketawa. Satu yang paling saya suka dari dia
adalah suaranya yang asik banget. Suara cewek yang berat-berat gimana
gitu. Renyah kayak kentang goreng. Kalo pas lagi ngisi kajian saya suka
modus nyuruh dia jadi MC dadakan, semata demi mendengar suaranya yang
bak Indy Barens itu, hehe.
Dia skripsian lumayan lama. Setahun
lebih. Kuliahnya juga lumayan, 5 tahun. Disela-sela ngerjain skripsi,
adik tersebut masih harus mengulang beberapa mata kuliah, dan mengurus
organisasi. Qodarullah dia dapat dosen pembimbing dan penguji yang
lumayan asoy. 2 kali sempat ngulang ujian karena ga lulus.
Lumayan lama kami ga ketemu karena satu dan lain hal. Saya cuma memantau
perkembangannya secara masif, terstruktur, dan sistematis lewat
update-annya di beranda Line. Kadang suka nyengir sendiri atas
keekspresifannya saat update. Berasa ngaca. Bener kata teman saya dulu:
binaan kita tuh mirip-mirip kita, hahaha.
Lalu ketika akhirnya
berita terbaru darinya datang, saya langsung alhamdulillah
berulang-ulang. Pasalnya, kurang dari sebulan setelah wisuda, si adik
bersuara emas itu #halah #apadeh
keterima kerja. Tanpa proses yang panjang ataupun melelahkan. Di
perusahaan besar di Jakarta lagi. Bahagia dong saya. Apalagi kalau ingat
gimana dia cerita-cerita sampai bercucuran air mata pada suatu sore
yang mendung di bawah pohon rindang di depan fakultas waktu itu... #tsaah
Dapat kabar gembira begitu darinya bikin semangat saya untuk bangkit
dan menumpas kejahatan membara kembali, hehehe. Setelah sebelumnya saya
merenung dalam-dalam..
Allah itu Maha Adil. Selalu adil. Tidak
pernah tidak. Apa yang ditakdirkanNya sulit bagi kita disatu sisi, pasti
ditakdirkanNya pula untuk mudah pada sisi lainnya. Hanya seringkali
kita terpaku pada sisi yang sulit itu saja. Sehingga melupakan bahwa Dia
Maha Berkehendak, dan kehendakNya dapat bekerja tanpa bisa kita terka.
Hari ini hidup boleh sulit, boleh rumit, boleh mengundang sembelit #lho.
Tapi besok ada janji dari Dia untuk kemudahan yang datang dari arah
yang tidak disangka-sangka. Maka jangan pernah putus harapan selama
hayat masih dikandung badan. Kita tetap setia, tetap sedia,
mempertahankan In-do-ne-si-a... #malahnyanyi
Engga ada ruginya menjadi hamba beriman. Karena jika diberi kemudahan
kemudian dia bersyukur maka itu baik baginya. Dan jika diberi kesulitan
lalu bersabar maka itu juga baik baginya. Karena sesungguhnya sulit dan
mudah itu sama saja. Yang paling baik adalah yang membuat kita semakin
dekat dengan Allah Sang Maha Segala.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar