Rabu, 10 September 2014

Tetap Setia, Tetap Sedia

Sembari pegel berdiri setengah jam lebih nungguin Damri buat balik ke Jatinangor tadi, Line di hape saya berbunyi klang klung klang klung. Sebuah kabar gembira datang: seorang adik kajian saya alhamdulillah udah dapat kerjaan.

Dia ini ceria anaknya. Senang cerita dan ketawa. Satu yang paling saya suka dari dia adalah suaranya yang asik banget. Suara cewek yang berat-berat gimana gitu. Renyah kayak kentang goreng. Kalo pas lagi ngisi kajian saya suka modus nyuruh dia jadi MC dadakan, semata demi mendengar suaranya yang bak Indy Barens itu, hehe.

Dia skripsian lumayan lama. Setahun lebih. Kuliahnya juga lumayan, 5 tahun. Disela-sela ngerjain skripsi, adik tersebut masih harus mengulang beberapa mata kuliah, dan mengurus organisasi. Qodarullah dia dapat dosen pembimbing dan penguji yang lumayan asoy. 2 kali sempat ngulang ujian karena ga lulus.

Lumayan lama kami ga ketemu karena satu dan lain hal. Saya cuma memantau perkembangannya secara masif, terstruktur, dan sistematis lewat update-annya di beranda Line. Kadang suka nyengir sendiri atas keekspresifannya saat update. Berasa ngaca. Bener kata teman saya dulu: binaan kita tuh mirip-mirip kita, hahaha.

Lalu ketika akhirnya berita terbaru darinya datang, saya langsung alhamdulillah berulang-ulang. Pasalnya, kurang dari sebulan setelah wisuda, si adik bersuara emas itu #halah #apadeh keterima kerja. Tanpa proses yang panjang ataupun melelahkan. Di perusahaan besar di Jakarta lagi. Bahagia dong saya. Apalagi kalau ingat gimana dia cerita-cerita sampai bercucuran air mata pada suatu sore yang mendung di bawah pohon rindang di depan fakultas waktu itu... #tsaah

Dapat kabar gembira begitu darinya bikin semangat saya untuk bangkit dan menumpas kejahatan membara kembali, hehehe. Setelah sebelumnya saya merenung dalam-dalam..

Allah itu Maha Adil. Selalu adil. Tidak pernah tidak. Apa yang ditakdirkanNya sulit bagi kita disatu sisi, pasti ditakdirkanNya pula untuk mudah pada sisi lainnya. Hanya seringkali kita terpaku pada sisi yang sulit itu saja. Sehingga melupakan bahwa Dia Maha Berkehendak, dan kehendakNya dapat bekerja tanpa bisa kita terka. Hari ini hidup boleh sulit, boleh rumit, boleh mengundang sembelit #lho. Tapi besok ada janji dari Dia untuk kemudahan yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Maka jangan pernah putus harapan selama hayat masih dikandung badan. Kita tetap setia, tetap sedia, mempertahankan In-do-ne-si-a... #malahnyanyi

Engga ada ruginya menjadi hamba beriman. Karena jika diberi kemudahan kemudian dia bersyukur maka itu baik baginya. Dan jika diberi kesulitan lalu bersabar maka itu juga baik baginya. Karena sesungguhnya sulit dan mudah itu sama saja. Yang paling baik adalah yang membuat kita semakin dekat dengan Allah Sang Maha Segala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar