Selasa, 19 Agustus 2014

Menceracau (lagi) Malam Hari

Kalau kamu sudah berada di titik terendah hidupmu sejauh ini, pada apa lagi kamu berharap akan jatuh?
Jika kamu sudah berada di titik terendah hidupmu sejauh ini, bersuka citalah. Karena itu artinya sebentar lagi kamu akan naik. Begitu janjiNya. Sebab bersama kesulitan, sudah Dia siapkan kemudahan-kemudahan.

So I keep on walking, as long as I hear You talking.

Dua setengah tahun dan masih diselimuti gelap yang sama. Persoalan yang sama. Gelisah dan gundah hati yang sama. Entah sudah berapa ratus hari berlalu dengan gumpalan-gumpalan sesak di dada dan air mata. Pada tahun ini gusar diri malah bertambah. Belum kunjung juga bertemu titik terangnya.

Konon katanya, seseorang akan diuji di titik paling lemah pada dirinya.

Rupanya titik terlemah saya belum beranjak sejak dua setengah tahun lalu. Setengah tahun ini ditambah dengan satu persoalan lagi. Manis sekali cara Tuhan menunjukkan kuasaNya pada saya. Saya sudah babak belur. Saya sudah hands up sejak hari pertama. Tapi rupanya Dia masih menilai saya kuat. Entah ini kuat betulan atau bentuk lain dari amal-amal pejuang. Sebab kata guru saya, Allah menginginkan kita semua kelak kembali padaNya dengan amalan pejuang. Jika amal sholeh ibadah kita tidak cukup membuktikan kepantasan kita menjadi penghuni surgaNya, maka Ia beri kita kepahitan dan kesusahan. Dari situ dengan segenap kesabaran dan pengakuan kekhilafan, berguguranlah dosa-dosa seperti gugurnya dedaunan. Maka meski pedih takdir yang Dia tetapkan pada kita, bersabarlah, dan ambil! Ambil kesempatan berpulang kelak padaNya dengan pahala seorang pejuang kepedihan. Karena sungguh indah urusan orang mukmin itu. Jika ia diberi nikmat kemudian bersyukur maka itu baik baginya. Dan jika ia diberi sulit lalu bersabar maka itu pun baik baginya. Tidak merugi menjadi hamba-hamba yang senantiasa berupaya takwa.

Someday, ketika segala sesuatunya membaik, saya tahu tiap saya menoleh ke belakang untuk mengenang hari-hari ini, yang tersisa adalah kemahfuman. Bahwa mudah dan sulit itu sejatinya sama saja. Yang paling baik adalah yang membuat kita semakin dekat dengan Pencipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar