Jumat, 05 September 2014

On The Track

"Saya sedang ada di jalan yang benar. I'm on the track."
Itu saja yang sebenarnya saya butuhin untuk tahu: apakah saya sedang berada di jalan yang benar?

Sekian bulan ini saya kerap merasa hilang arah. Ga tahu harus ngapain. Ga tahu harus memulai darimana. Bahkan ga tahu apakah saya benar atau salah. Apakah yang saya kerjakan ini bermanfaat, berefek baik, atau sia-sia belaka?

Saya butuh diberitahu dimana salah saya dan apa yang kurang sehingga harus saya benahi. Saya ga dapat itu dari mereka yang punya andil untuk membantu. Padahal mereka erat banget hubungannya dengan proses yang lagi saya ikhtiarin saat ini. Capek juga ternyata diberi banyak informasi tanpa arti. Useless. Ga guna. Mungkin ini lebay, tapi saya merasa ditinggal sendirian gelap-gelapan..

Bisa dibilang ini mungkin saat-saat saya ngerasain banget sebenar-benarnya tempat segala hanyalah Dia. Yah saya udah ngerti teori itu sejak dulu. Tapi aplikasinya baru terasa saat ini. Saat saya berharap bantuan, ternyata makhluk engga banyak ngasih bantuan. Saat saya berharap pengertian, ternyata makhluk engga banyak yang mengerti. Tapi saya sungguh engga marah dengan mereka.. Apalah kita ini.. Hanya manusia biasa, bukan malaikat yang lagi rehat di pelataran bumi.

Semakin hari saya semakin jatuh hati dengan Dia, tempat saya biasa nangis-nangis hingga bengkak mata gara-gara sempit dada karena dunia.

Dan dari momen ini saya belajar banyak.

Memang benar hanya Tuhan Semesta Alam tempat kita bergantung. Memang benar hanya Dia yang tengga pernah meninggalkan. Dan manusia hanyalah medan tempat cinta kita mengejawantah. Tapi itu engga boleh jadi alasan bagi saya kelak untuk meninggalkan begitu saja orang-orang dalam hidup saya yang sedang membutuhkan bantuan.  Meninggalkan mereka hanya karena saya pun sibuk dengan persoalan saya pribadi. Saya harus menolong, membantu, memahami, dan berempati dengan orang yang butuh bantuan. Hati saya harus peka dengan permintaan minta tolong yang tidak disampaikan orang-orang lain, entah karena mereka malu, atau tidak tahu. Saya harus meolong orang lain karena Allah memerintahkan begitu. Karena dengan menolong itulah saya berharap mengais sedikit-sedikit pahala dan amal sholeh. Berharap sedikit-sedikit terkikis sekian dosa yang engga bisa hilang kecuali dengan menolong orang lain. Aamiin.

Apa saya mendewasa akhir-akhir ini? Engga tahu yah. Yang pasti saya menua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar